i have love and be loved
i have share my life and my dreams
i have free the scares inside
to be fully in love with you
as the time goes by
you watered my heart with love
the love i never though i could have
the love that only i knows it
the languange spoken between two hearts
the love that no one could ever stole
yet, i have come this far
just to know..
you were about to leave me
without notice
without words
without nothing
you left me broken hearted
but.. i’ve forgiven you
coz you’ve teach me how to love
Penulis : Matt Lopez & Tim Herlihy (screenplay); Matt Lopez (komik)
Pemain : Adam Sandler (Skeeter Bronson), Courteney Cox (Wendy), Keri Russell (Jill), Guy Pearce (Kendall), Richards Griffith (Barry Nottingham), Teresa Palmer (Violet Nottingham), Lucy Lawless (Aspen), Jonathan Morgan Heit (Patrick), Laura Ann Kesling (Bobbi), dll.
“Ketika mimpi menjadi kenyataan”, itulah tema yang diusung oleh film komedi yang diangkat dari komik anak-anak yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini. Sebuah petualangan komedi yang dibintangi oleh Adam Sandler (Skeeter Bronson), seorang pemuda yang bekerja di sebuah hotel bekas ayahnya sebagai tukang. Hidupnya berubah ketika ia diminta menjaga 2 orang keponakannya selama Ibu mereka, Courteney Cox (Wendy) pergi ke Arizona untuk interview pekerjaan. Namun ia tidak sendiri dalam menjaga kedua keponakannya itu. Ia dibantu oleh Keri Russel (Jill), seorang guru SD yang juga merupakan teman Wendy. Dalam film ini diceritakan bahwa Jill bertugas menjaga anak-anak ini pada waktu pagi sedangkan Skeeter bertugas menjaga mereka pada waktu malam.
Sebagai penggganti sementara Ibu mereka dan bertugas menjaga pada waktu malam, Skeeter diminta untuk mendogeng sebelum tidur. Pada awalnya ia mengalami kesulitan untuk mendogeng. Kemudian ia mulai membuat sebuah dogeng berdasarkan imajinasinya dan kedua keponakannya itu turut serta mengarahkan alur cerita. Keesokan harinya cerita yang ia dongengkan berubah menjadi kenyataan.
Menyadari hal tersebut, ia semakin tertarik untuk membacakan dongeng sebelum tidur pada kedua keponakannya itu dengan harapan hidupnya akan berubah drastis seperti yang ia inginkan. Berbagai macam cerita ia suguhkan dengan berbagai setting yang berbeda pula, mulai dari kisah kerajaan, koboi sampai petualangan luar angkasa.
Namun hal tersebut tidak terjadi, karena dogeng itu hanya berhasil dengan bantuan arahan dari kedua keponakannya itu. Di malam terakhir ia menjaga mereka ia berusaha agar mereka mengarahkan cerita sesuai dengan keinginannya, ia ingin menjadi manager umum di hotel tempatnya bekerja. Pemilik hotel tersebut berencana untuk membangun sebuah hotel yang baru dengan sebuah tema yang baru pula. Diluar dugaan kedua keponakannya tersebut tidak mengakhiri dogeng mereka dengan akhir yang bahagia sebagaimana lazimnya pada dongeng-dongeng lain.
Mengetahui dongeng yang mereka miliki tidak berakhir dengan bahagia, ia menjadi sangat tegang sehingga ketika ia terpilih menjadi manager umum yang baru ia melakukan kesalahan dan dipecat pada hari itu juga.
Kesedihannya tidak berakhir sampai disitu. Ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa lokasi pembangunan hotel yang baru adalah tempat kedua keponakannya bersekolah, SD Webster.
Namun ia tidak kehabisan akal. Ia menemui teman lamanya untuk membatalkan perizinan pembangunan hotel tersebut dan menyelamatkan SD Webster dari pembongkaran. Sebuah akhir yang sangat mengesankan.
Film ini menyuguhkan cerita komedi yang dikemas dengan sebuah petualangan seru yang cukup layak ditonton.
Beberapa waktu kemarin aku berkesempatan jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan bersama teman-temanku. Hari itu kami memang ada keperluan untuk membeli beberapa potong pakaian seragam.
Setelah menjelajahi beberapa toko pakaian dan hari sudah agak sore kami memutuskan untuk mengisi perut kami dengan makan siang. Setelah selesai makan kami kembali menjelajahi toko-toko yang ada di situ. Kami sempat mampir ke sebuah optik untuk menemani salah seorang teman kami untuk memeriksakan matanya. Saking asyiknya kami melihat-lihat aksesoris yang ditawarkan di toko tersebut kami tidak sadar bahwa sedari tadi ada seorang Ibu yang mondar mandir menjajakan makanan.
Memang hampir di setiap lantai pusat perbelanjaan itu terdapat begitu banyak penjaja makanan yang hilir mudik. Makanan yang ditawarkan pun rata-rata sama jenisnya. Namun bukan itu yang menggangguku. Setelah beberapa kali ia mondar mandir di depan kami, aku baru sadar bahwa ia sedang hamil tua. Ia begitu gigih menawarkan dagangannya kepada para pengunjung yang lewat namun tidak ada yang membelinya. Keringat mulai menetes disekujur tubuhnya. Maklum hari itu suasananya cukup panas. Aku sempat berpikir sejenak. Dalam keadaan normal saja aku yang baru beberapa jam menjelajahi pusat perbelanjaan itu sudah kelelahan. Tapi dia, dengan berbekal nampan yang diisi penuh dengan makanan dagangan dan calon bayi di dalam perutnya harus berjalan hilir mudik entah sudah berapa lamanya. Ya Tuhan, aku masih lebih beruntung darinya, bathinku dalam hati.
Akhirnya kami memanggil si Ibu tadi dengan niat untuk membeli makanan yang dijajakannya. Sebenarnya kami tidak lapar, karena toh kami baru saja selesai makan siang. Namun melihat usahanya yang gigih dan sabar itu hati kami tergugah. Saat melayani kami, kuperhatikan bahasa tubuhnya. Terlihat beberapa kali ia tersenyum sambil melayani kami. Setelah selesai bertransaksi ia mengucapkan terimakasih kepada kami. Agak terkejut saat mendengar ia mengucapkan teriam kasih berulang-ulang dengan semangat.
Sebenarnya aku yang harus berterimakasih padanya. Sikapnya yang pantang menyerah di dalam keterbatasannya dan tutur katanya yang manis walau dihimpit kesusahan telah mengajarkanku banyak hal. Bahwa aku harus selalu mengucap syukur pada Tuhan atas segala karunianya. Dan bahwa kita juga harus tetap bersemangat dalam menjalani segala macam kesusahan sekalipun. Dengan begitu kita akan dimampukan untuk menjalani segala rintangan hidup ini dengan baik.
Mungkin aku tidak akan bertemu dengan Ibu penjaja makanan tiu lagi. Namun, satu hal yang pasti ia telah menambahkan satu warna dalam hidupku. Terima kasih Bapa yang baik.
pada suatu masa dua orang sahabat meninggal dunia. begitu tiba di surga keduanya menghampiri malaikat penjaga akhirat unutk mendaftar ulang. sang malaikat memeriksa riwayat hidup kedua sahabat ini dan mengatakan bahwa kedua orang sahabat ini telah berlaku baik semasa hidup mereka. sebagai hadiah mereka akan dilahirkan kembali atau reinkarnasi. malaikat akan mengirimkan mereka kembali ke dunia masih sebagai sahabat tetapi malaikat memberikan dua pilihan kehidupan yaitu kehidup memberi atau kehidup menerima.
sahabat pertama merasa tertarik dengan tawaran malaikat akan kehidupan menerima. menurutnya jika ia menjalani hidup menerima maka ia tidak akan kesusahan dalam hidupnya. dengan segera ia mengajukan diri kepada malaikat untuk menjalani hidup menerima. sahabat yang kedua tanpa merasa iri setuju dengan pilihan sahabatnya itu. oleh karena itu ia memilih kehidupan memberi.
tiba pada waktunya kedua orang sahabat ini untuk dikirim kembali ke dunia. sebelum berangkat malaikat menjelasakan kehidupan macam apa yang masing-masing mereka akan jalani. sahabat pertama yang memilih kehidupan menerima akan menjalani hidup sebagai seorang miskin yang akan hidup serba kekurangan sehingga ia akan menjadi pengemis yang hidup dari pemberian orang lain. sedangkan sahabat yang kedua akan menjalani hidup sebagai seorang kaya yang dermawan, suka menolong orang lain.
betapa terkejutnya ia mendengar hal ini, maka ia protes kepada malaikat. malaikat yang bijaksana menjelaskan bahwa hanya orang yang kekuranganlah yang pantas menerima bantuan. sedangkan kehidupan memberi menunjukkan bahwa kita memiliki kelebihan sehingga kita mampu memberi.